Pertumbuhan Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI
1.Akumulasi Modal
Model
pertumbuhan Solow dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan
modal., pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam
perekonomian, serta bagaimana pengaruhnya terhdap output barang dan jasa suatu
negara secara keseluruhan.
Pertumbuhan Persediaan Modal dan Kondisi Mapan
Pada
setiap momen, persediaan modal adalah determinan output perekonomian yang
penting, karena persediaan modal bisa berubah sepanjang waktu, dan perubahan
itu bisa mengarah ke pertumbuhan ekonomi.
Sebagaimana
dinyatakan sebelumnya, investasi pekerja i sama dengan sy. Dengan
mengganti fungsi produksi untuk y, kita bisa menunjukkan investasi per
pekerja sebagai fungsi dari persediaan modal per pekerja :
i =
sf(k)
Untuk
memasukkan depresiasi ke dalam modal, kita asumsikan bahwa sebagian tertentu
dari persediaan modal δ menyusut setiap
tahun. Disini δ (delta kecil dalam huruf Yunani) disebut tingkat depresiasi. Sebagai contoh, jika usia modal rata-rata selama selaman 25
tahun, maka tingkat depresiasnya adalah 4 persen per tahun (δ = 0,04). Jumlah
modal yang terdepresiasi setiap tahun adalah δk.
Jika
perekonomian berada dalam tingkat persediaan modal ini, maka persediaan modal
tidak akan berubah karena kekuatan investasi dan depresiasi beraksi di dalamnya
secara seimbang. Yaitu, pada k*. Δ= 0,
sehingga persediaan modal k dan
output f(k) dalam kondisi mapan
sepanjang waktu (tidak tumbuh atau menyusut).
Untuk
melihat mengapa perekonomian selalu berakhir pada kondisi mapan, anggaplah
bahwa perekonomian diawali dengan tingkat modal yang lebih kecil dari tingkat
modal kondisi mapan, seperti tingkat
dalam Gambar 7-4.
Bagaimana Tabungan Mempengaruhi Pertumbuhan?
Fakta
terkait adalah bahwa Jepang dan Jerman menyisihkan sebagian outut merea dalam
bentuk tabungan dan investasi yang lebih tinggi ketimbang Amerika Seikat.
Model
Solow menunjukkan bahwa tingkat tabungan adalah determinan penting ari
persediaan modal pada kondisi mapan. Jika
tingat tabungan tinggi perekonomian akan mempunyai persediaan modal yang besar
dan tingkat output yang tinggi. Jika tingkat tabungan rendah, perekonomian akan
memilki persediaan modal yang kecil dan tingkat output yang rendah. Kesimpulan
ini lebih banyak menyoroti pembahasan tentang kebijakan fiskal.
Orang
mungkin langsung bertanya. Mengapa tingkat tabungan dan investasi di berbagai
Negara begitu bervariasi? ada banyak jawaban yang bisa dikemukakan. Seperti
kebijakan pajak, pola pensiun, pertumbuhan pasar uang, dan perbedaan-perbedaan
budaya.
Tingkat Modal Kaidah Emas
Sejauh
ini, kita telah menggunakan modal Solow untuk mengkaji bagaimana tingkat
tabungan dan investasi dalam perekonomian menentukan tingkat modal serta
pendapatan pada kndisi mapan. Analisis ini mungkin membuat anda berpikir bahwa
tabungan yang lebih tinggi slalu baik, selama mengarah pada pendapatan yang
lebih tinggi.
Membandingkan Kondisi Mapan
Ketika
memilih kondisi mapan, tujuan pembuat kebijakan adalah memaksimalkan
kesejahteraan individu yang membentuk masyarakat. individu itu sendiri tidak
peduli pada jumlah modal dalam perekonomian, atau bahkan jumlah output.
Bagaimana
kita bisa menyatakan bahwa suatu perekonomian berada pada tingkat kaidah emas?
Untuk
menjawab pertanyaan ini, pertama kita harus menentukan konsumsi per pekerja
pada kondisi mapan. Lalu kita bisa melihat kondisi mapan mana yang memberikan
konsumsi paling besar.
Konsumsi
adalah output dikurangi investasi. Karena kita ingin mencari konsumsi pada
kondisi mapan, maka kita ganti nilai kondisi mapan untuk output dan investasi
Menurut
persamaan ini, konsumsi kondisi mapan adalah sisa dari output kondisi mapan
setelah dikurangi depresiasi pada kondisi mapan. Persamaan ini menunjukkan
bahwa kenaikan modal pada kondisi mapan memiliki dua dampak yang berlawanan
terhadap konsumsi pada kondisi mapan.
Ketika
membandingkan kondisi mapan, kita harus ingat bahwa tingkat modal yang lebih
tinggi mempengaruhi output dan depresiasi. Jika tingkat modal berada dibawah
tingkat kaidah emas, maka kenaikan kesediaan modal akan meningkat output lebih
banyak ketimbang depresiasi.
Pada
tingkat modal kaidah emas, produk marginal modal sama dengan tingkat
depresiasi.
Mencari Kondisi Mapan Kaidah Emas : Sebagai Contoh Numerik
Output
per pekerja adalah akar dari modal per pekerja. Depresiasi adalah 10 persen dari modal.
Ingatlah,
bahwa cara lain untuk mengidentifikasi kondisi mapan kaidah emas adalah dengan
menemukan persediaan modal dimana produk marginal modal neto (MPK-simbol)sama dengan nol.
Contoh
numerik ini menegaskan bahwa dua cara untuk menemukan kondisi mapan Kaidah
Emas-mencari konsumsi pada kondisi mapan atau mencari produk marginal
modal-memberikan jawaban yang sama. Jika kita ingin mengetahui apakah
perekonomian aktual saat ini berada diatas atau dibawah persediaan mmodalodal
Kaidah Emas, metode kedua biasanya lebih dipilih, karena estimasi produk
marginal modal lebih mudah dicari. Sebaliknya, mengevaluasi perekonomian dengan
metode pertama membutuhkan eksimasi konsumsi kondisi-makan pada banyak tingkat
tabungan yang berbeda; informasi semacam itu sulit diperoleh.
Pertumbuhan Penduduk
Model
Solow dasar menunjukkan bahwa akumulasi modal, dengan sendirinya, tidak bisa
menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan: tingkat tabungan yang
tinggi menyebabkan pertumbuhan yang tinggi secara temporer, tetapi perekonomian
pada akhirnya mendekati kondisi mapan dan dimana modal dan output konstan.
Kondisi Mapan dengan Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan
populasi, investasi dan depresiasi mempengaruhi akumulasi modal per pekerja.
Invesatasi meningkatkan persediaan modal, dan depresiasi menurunkannya. Tetapi
searang ada kekuatan ketiga yang beraksi untuk mengubah jumlah modal per
pekerja: pertumbuhan jumlah pekerja yang menyebabkan modal per pekerja turun.
Investasi,
depresiasi dan pertumbuhan populasi mempengaruhi persediaan modal per pekerja.
Investasi meningkatkan k, sedangkan
depresiasi dan pertumbuhan populasi mengurangi k.
Jumlah
investasi yang dibutuhkan untuk menjaga persediaan modal per pekerja tetap
konstan. Investasi pulang-pokok mencakup depresiasi modal yang ada. Investasi
pulang pokok juga mencakup jumlah investasi yang dibutuhkan untuk menyediakan
modal bagi para pekerja baru.
Perekonomian
akan berada dalam kondisi mapan jika modal per pekerja k tiak berubah. Kita tentukan nilai kondisi-mapan untuk k sebagai k*. Jika k lebih kecil
dari pada k*, maka investasi lebih
besar dari k*, maka investasi lebih
kecil daripada investasi pulang-pokok, sehingga k turun.
Dalam
kondisi mapan, dampak positif investasi terhadap persediaan modal per pekerja
akan menyeimbangkan dampak negatif depresiasi dan pertumbuhan populasi.
Investasi memiliki dua tujuan. Sebagian dari perekonomian akan mengganti modal
yang terdepresiasi dan sisanya memberi modal untuk pekerja baru.
Dampak Pertumbuhan Populasi
Pertumbuhan
Populasi membedakan modal Solow dalam tiga cara. Pertama, pertumbuhan populasi
kian memoermudah kita dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kedua, pertumbuhan populasi memberi kita penjelasan lain tentang mengapa
sebagian negara kaya dan sebagian lainnya miskin. Akhirnya, pertumbuhan
populasi mempengaruhi kriteria kita untuk menentukan tingkat modal Kaidah Emas
(memaksimalkan konsumsi).
Output
pada kondisi mapan adalah f(k*) dan
investasi pada kondisi mapan adalah (simbolplus n) k*, maka dapat menulis persamaan konsumsi pada kondisi mapan
sebagai
c* = f(k*) – (simbol+ n ) k*
Dalam
kondisi mapan Kaidah Emas, produk marjinal modal setelah terdepresiasi sama
dengan tingkat pertumbuhan populasi.
Dengan
mengacu pada model Solow, suatu negara dengan tingkat pertumbuhan populasi yang
tinggi akan mempunyai persediaan modal per pekerja pada kondisi mapan yang
rendah dan juga tingkat pendapatan per pekerja yang rendah. Dengan kata lain,
pertumbuhan populasi yang tinggi cenderung menyulitkan suatu negara karena
sulit mempertahankan tingkat modal per pekerja yang tinggi apabila jumlah
pekerja tumbuh dengan cepat.
Pertumbuhan
populasi yang tinggi cenderung mempunyai tingkat pendapatan per kapita yang
rendah. Tingkat pertumbuhan populasi adalah salah satu determinan standar
kehidupan suatu negara.
Pandangan Alternatif pada Pertumbuhan Populasi
Model
pertumbuhan Solow menekankan interaksi antara pertumbuhan populasi dan
akumulasi modal. Pertumbuhan populasi yang tinggi mengurangi output per pekerja
karena pertumbuhan jumlah pekerja yang sangat cepat akan membuat persediaan
modal dibagi lebih banyak, sehingga pada kondisi mapan, setiap pekerja
dilengkapi dengan modal yang lebih sedikit. Model Malthusian, Malthus
memperkirakan bahwa semakin meningkatnya populasi akan secara terus menerus membebani
kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sendirinya. Dia menyimpulkan
bahwa “ kekuatan populasi tak terbatas lebih besar daripada kekuatan bumi untuk
memberikan hasil alam bagi manusia.” Menurut Malthus satu-satunya pengendalian
pertumbuhan populasi adalah “kesengsaraan dan sifat buruk.” Prediksinya yang
mengatakan manusia akan hidup dalam kemiskinan selamanya terbukti salah,
populasi dunia telah meningkat sebesar enam kali lipat selama dua dekade
terakhir, dan standar kehidupan rata-rata jauh lebih tinggi. Karena adanya
pertumbuhan ekonom, kelaparan kronis dan kekurangan gizi tidak banyak lagi
ditemukan saat ini dibandingkan saat Malthus masih hidup. Kelaparan masih terus
terjadi, tpi kejadian tersebut lebih disebabkan karena distribusi
pendapatanyang tidak merata dan ketidakstabilan politik, dan bukan diakibatkan
oleh tidak tersedianya bahan pangan.
Malthus
gagal melihat bahwa pertumbuhan dalam daya pikir manusia jauh melampaui dampak
dari populasi yang terus bertambah. Pestisida, pupuk, mekanisasi peralata
pertanian, menyediakan makanan bagi jumlah penduduk yang terus bertambah.
Model Kremerian. Di
saat Malthus melihat pertumbuhan populasi sebagai ancaman bagi penigkatan
standar hidup, ekonom Michael Kremer memberikan pendapat bahwa pertumbuhan
populasi adalah kunci dalam memajukan kesejahteraan ekonomi. Dengan semakin
banyaknya penduduk, maka akan semakin banyak pula ilmuan, penemu, dan ahli
mesin yang akan memberikan kontribusi pada inovasi dan kemajuan teknologi.
Sebagai bukti dari hipotesis ini, Kremer memulai dengan data bahwa sepanjang
sejarah umat manusia, tingkat pertumbuhan dunia meningkat seiring dengan
populasi dunia. Pertumbuhan dunia lebih cepat ketika populasi dunia 1 miliar
(terjadi sekitar tahun 1800-an) dibandingkan ketika populasi umat manusia hanya
100 juta (sekitar tahun 500 sebelum Masehi). Fakta ini sejalan dengan hipotesis
bahwa memiliki lebih banyak penduduk akan mendorong lebih banyak kemajuan
teknologi.
Kemajuan Teknologi dalam Model Solow
Sejauh
ini, presentasi kita mengenai model Solow mengasumsikan hubungan yang tidak
berubah antara input modal dan tenaga kerja output barang dan jasa.
Kondisi Mapan dengan Kemajuan Teknologi
Kemajuan
teknologi yang dimodelkan disini menambah efisiensi tenaga kerja. Mka hal itu
meiliki pengaruh yang sama dengan populasi. Mskipun kemajuan teknologi tidak
menyebabkan jumlah pekerja aktual meningkat. Namun sebenarnya, setiap pekerja
menghasilkan unit yang lebih banyak sepanjang waktu.
Dengan
adanya kemajuan teknologi, model kita akhirnya bisa menjelaskan kenaikan yang
berkelanjutan dalam standar kehidupan yang kita amati. Yaitu, kita telah
menunjukkan bahwa keajuan teknologi bisa mengarah ke pertumbuhan yang
berkelanjutan dalam output per pekerja.
Mengapa
pada model Solow hanya kemajukan teknologi yang bisa menjelaskan peningkatan
standar kehidupan yang berkelanjutan.
Kemajuan
teknologi juga memodifikasi kriteria untuk Kaidah Emas. Tingkat modal Kaidah
Emas kini didefinisikan sebagai kondisi mapan yang memaksimalkan konsumsi per
pekerja efektif. Dengan mengikuti argumen yang sama yang kita gunakan
sebelumya, kita bisa menunjukkan bahwa konsumsi per pekerja efektif pada
kondisi mapan adalah
c* = f(k*) – (simbol
+ n + g)*
Pertumbuhan Yang Seimbang
Menurut
model Solow, kemajuan teknologi menyebabkan nilai berbagai variabel meningkat
bersamaan pada kondisi mapan. Hal ini, yang disebut pertumbuhan yang seimbang,
bekerja dengan baik dalam mendeskripsikan data jangka panjang bagi
perekonomian.
Pertama,
pertimangkanlah output per pekerja Y/L dan persediaan modal per pekerja menurut
model Solow.
Convergence
Jika
anda melakukan perjalanan keliling dunia, anda akan melihat begitu banyak
variasi standar kehidupan. Negara-negara miskin di dunia mempunyai tingkat
pendapatan rata-rata per kapita kurang dari 1/10 pendapatan rata-rata negara
kaya.
Modal
Solow meramalkan kapan convergence terjadi menurut modal tersebut kapan
pertemuan convergence (perekonomian terjadi bergantung pada perbedaan saat
mereka memulai. Disatu sisi, jika dua perekonomian dengan kondisi maan yang
sama seperti yang ditentukan oleh tingkat tabungan, tingkat pertumbuhan
populasi, dan efisiensi tenaga kerja karena kesalahan sejarah mulai dengan
persediaan modal yang berbeda.
Pada
data internasioanal, gambarannya menjadi lebih rumit ketika para peneliti hanya
memeriksa data tentang pendapatan perkapita, mereka kurang mendapatkan bukti
mengenai adanya convergence :
negara-negara yang miskin rata-rata tidak berkembang lebih cepat daripada
negara-negara kaya.
Akumulasi Faktor Versus Efisiensi Produksi
Dilihat
dari sisi akuntansi perbedaan internasional dalam pendapatan dapat dibagi
menjadi dua:
1.
Perbedaan faktor produksi
2.
Perbedaan efisiensi dalam penggunaan
faktor produksi.
Ada
beberapa cara untuk menginterprestasikan korelasi positif ini. Salah satu
hipotesisnya adalah bahwa perekonomian yang efisien dapat mendorong akumulasi
modal.
Hipotesis
terakhir adalah bahwa faktor akumulasi dan efisiensi prodksi digerakkan oleh
variabel ketiga. Variabel ketiga ini dapat berupa kualitas institusi egara,
termasuk proses pembuatan kebijakan pemerintah.
Apakah Perdagangan Bebas Baik bagi Pertumbuhan ekonomi?
Sekarang
para ekonom membuat pandangan lebih meyakinkan, di antaranya berdasarkan teori
komparatif dari David Ricardo dan juga teori perdagangan internasional lainnya
yang lebih modern. Menurut teori keunggulan Komparaif, sebuah negara yang
membuka diri untuk melakukan perdagangan akan memperoleh tingkat efisiensi
produksi dan standar hidup yang lebih tinggi dengan melakukan spesialisasi pada
barang-barang dimana negara tersebut memiliki keunggulan komparatif.
Kebijakan untuk mendorong pertumbuhan Mengevaluasi Tingkat Tabungan
Menurut
model Solow seberapa banyak negara menabung dan berinvestasi adalah determinan
penting dari standar kehidupan. Untuk memutuskan apakah perekonomian AS berada
pada, diatas, atau dibawah Kaidah Emas, kita perlu membandingkan produk
marjinal modal setelah depresiasi (MPK-simbol)
dengan tingkat pertumbuhan output total (n+g).
Kita tau bahwa pada kondisi mapan Kaidah Emas MPK-simbol=n+g jika perekonomian beroperasi dengan modal yang lebih
kecil dari Kaidah Emas maka produk marjinal yang kian menurun menyatakan bahwa MPK-simbol > n+g.
Untuk
membuat perbandingan ini dalam perekonomian real, seperti perekonomian AS, kita
membutuhkan estimasi tingkat pertumbuhan (n+g)
dan estimasi produk marjinal modal neto (MPK-simbol).
GDP real Amerika Serikat tumbuh rata-rata 3 persen tiap tahun, sehingga n+g=0,03. Kita bisa mengestimasi produk
marjinal modal neto dari 3 fakta berikut :
1.
Persediaan modal kira-kira 2,5 kali GDP 1 tahun.
2.
Depresiasi modal kira-kira 10 persen
dari GDP.
3.
Pendapatan modal kira-kira 30 persen
dari GDP.
Mengubah Tingkat Tabungan
Untuk
menggerakkan tingkat perekonomian AS menuju kondisi mapan Kaidah Emas, para
pembuat kebijakan harus meningkatkan tabungan nasional. Cara yang paling tepat
yang bisa dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi tabungan nasional adalah
melalui tabungan masyarakat-perbedaan antara jumlah penerimaan pajak pemerintah
dan pengeluarannya. Bila pengeluaran pemerintah melebihi penerimaannya, maka
pemerintah dikatakan mengalami defisit
anggaran, yang menunjukkan tabungan masyarakat negatif. Jika pengeluaran
pemerintah lebih kecil dari penermaannya, dikatakan telah terjadi surplus anggaran. Pemerintah bisa
sebagian utang nasional dan mendorong investasi.
Membangun
Institusi Yang Tepat
Beberapa
ekonom yang mempelajari perbedaan standar kehidupan pada negara-negara di dunia
mengaitkan perbedaan ini pada input modal manusia dan modal fisik, sementara
ekonom lainnya mengaitkannya pada produktifitas dimana input-input tersebut
digunakan. Salah satu alasannya adalah karena mereka memiliki institusi yang
berbeda dalam memberikan petunujuk tentanf pengalokasian sumber daya langka
yang tersedia di negara tersebut.
STUDI KASUS
Asal Mula Kolonial pada Institusi Modern
Negara-negara
yang lokasinya dekat dengan katulistiwa umumnya memiliki pendapatan per kapita
yang lebih kecil dari pada negara-negara yang jauh dari katulistiwa fakta ini
berlaku baik untuk belahan bumi selatan maupun utara.
Mendorong Kemajuan Teknologi
Model
Solow menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan dalam pendapatan per
pekerja harus berasal dari kemajuan teknologi. Namun, model Solow menganggap
kemajuan teknologi sebagai variabel eksogen; model Solow tidak menjelaskannya.
Sayangnya, determinan kemajuan teknologi tidak dipahami dengan baik. Sebagian
besar dari kebijakan ini mendorong sektor swasta untuk menyalurkan sumber daya
ke inovasi teknologi.
Di Luar Model Solow :Teori Pertumbuhan Endogen Model Dasar
Untuk
menggambarkan gagasan dibelakang teori pertumbuhan endogen, kita mulai dengan
fungsi produksi sederhana
Y= AK
Dimana
Y adalah output, K adalah persediaan modal, dan A adalah konstanta yang
mengukur jumlah output yang diproduksi untuk setiap unit modal.
Mikroekonomi
dari Penelitian dan Pengembangan
Tiga
fakta tentang proses penelitian dan pengembangan
1.
Meskipun ilmu pengetahuan merupakan
barang publik
2.
Penelitian menjadi menguntungkan karena
inovasi memberikan perusahaan kekuatan monopoli temporer
3.
Ketika sebuah perusahaan berinovasi,
perusahaan lain juga mengembangkan inovasi itu untuk menghasilkan inovasi
generasi berikutnya.
Comments
Post a Comment