Siklus Bisnis
FLUKTUASI PREKONOMIAN
Fluktuasi ekonomi menunjukkan massalah yang sedang terjadi bagi para
ekonom dan membuat kebijan, GDP riil AS tumbuh sekitar 3,5% per tahun tapi
rata-rata jangka panjang ini menyembunyiakan fakta bahwa output barang dan jasa
tumbuh tidak setabil. Ketika perekonomian mengalami penurunan dalam jumlah
output dan peningkatan dalam jumlah pengangguran, perekonomian dikatakan dalam
masa resesi.
Resesi
terahir pada tahun 2002 pada kuartal pertama dan ketiga di tahun tersebut, GDP
rill turun dari kuartal sebelumnya, mengindikasikannya adanya penurunan pada
produksi output barang dan jasa dalam prekonomian. Meskipun resesi berkhir pada
akhir tahun, prekonomian lambat dalam memulihkan kondisinya .
Ekonom menyebut fluktuasi jangka pendek pada output dan
pengangguran sebagai siklus bisnis (business cycle). Meskipun istilah ini mengesankan fluktuasi
perekonomian bersifat teratur dan dapat diprediksi, kenyataan tidak demikian. Resesi terjadi secara tidak teratur kadang-kadang
resesi berdekatan dan terkadang resesesi
terjadi dengan rentang yang panjang
FAKTA TENTAMG
SIKLUS BISNIS
GDP dan Komponenya
GDP (Produk Domestik bruto)adalah ukuran paling luas untuk
keseluruhan kondisi perekonomian GDP
merupakan tempat almiah untuk memulai analisis tentang siklus bisnis.pertumbuhan
ekonomi terkadang bisa saja menjadi negatif, lembaga penentu resmi ysng
menyatakan kapan resesi dimulai dan kapan resesi berakhir adalah National
Bureau of Economic Research. Ee
Pengangguran dan Hukum Okun
Kenaikan tingkat pengangguran mestinya trasosiasi dengan penurunan
GDP rill. Relasi negatif anatara
pengangguran dan GDP ini di sebut hukum Okun. Sesuai Arthor Okun ekonomi
yang pertama mempelajarinya
Jika tingkat pengangguran tetap sama GDP riil tumbuh sebesar 3,5
persen; pertumbuhan normal produksi barang dan jasa disebabkan pertumbuhan
tentang tenaga kerja, akumulasi modal dan kemajuan teknologi
Hukum okun
merupakan pengingat bahwa faktor-faktor yang menentukan siklus bisnis pada
jangka pendek sangat berbeda dengan
faktor-faktor yang membentuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Jangka
panjang pada GDP hanaya di tentukan oleh kemajuan teknologi, tren jangka
panjang menuju pada setandar hidup yang lebih tinggi dari satu generasi ke
generasi berikutnya tidak berkaiatan dengan tren jangka panjang pada tingkat
pengangguran sebaliknya pergerakan jagka pendek pada DGP sangat berkorelasi dengan
pemanfaatan angkatan kerja. Penurunan pada produksi barang dan jasa yang
terjadi selama resasi selalu berkaiatan denagan peningktan jumlah pengangguran
HORIZON
WAKTU DALAM MAKROEKONOMI
Pemahaman tentang fakta yang menjelaskan fluktasi perekonomian pada
jangka-pendek. Kini kita berahlih pada demi membangun model dari fluktasi
jangka-pendek secara keseluruhan. Sebelum kita memulai membangun model
fluktuasi ekonomi jangka-pendek,kita menengok kebelakang. Mengapa para ekonomi
membutuhkan model-model yang berbeda untuk horizon waktu yang berbeda? Sebab
teori makro ekonomi klasik berlaku dalam jangka panjang tetapi tidak dalam
jangka pendek.
Bagaimana jangka pendek dan jangka panjang berbeda?
Ahli makroekonomi percaya bahwa perbedaan antara jangka pendek dan
jangka panjang adalah perilaku harga. Dalam jangka panjang harga bersifat
fleksibel dan bisa menanggsapi perubahan dalam penawaran atau permintaan,
Sedangkan jangka pendek banyak harga bersifat “kaku” pada tingkat yang
ditentukan sebelumnya sebab harga berperilaku secara berbeda dalam jangka
panjang, sehingga kita bisa memulai
mengembangkan hubungan antara harga yang kaku dan siklus bisnis.
Contoh: Bank Sentral
AS (Fed) secara tiba tiba mengurangi jumlah uang beredar sebesar 5%. Menurut
model klasik, dimana hamper seluruh ekonomi sepakat menjelaskan perekonomian
jangka panjang, jumlah uang beredar mempengaruhi variable-variabel nominal,
variable-variabel yang diukur dalam nilai uang tetapi tidak variable-variabel
riil. Dalam jangka panjang, pengurangan 5% dalam jumlah uang yang beredar
mengurangi seluruh harga( termasuk upah nominal) sebesar 5% sedangkan seluruh
variable riil tetap sama. Jadi, jangka panjang, perubahan jumlah uang beredar
tidak menyebasbkan fluktasi dalam output atau kesempatan kerja.
Namun dalam jangka pendek, banyak harga tidak menanggapi perubahan
kebijakan moneter . pengurangan jumlah uang beredar tidak langsung menyebabkan
seluruh perusahan memotong upah, sedangkan semua took mengganti semua harga
barangnya, seluruh perusahaan mail-ordo mengeluarkan catalog baru, dan semua
restoran mencetak menu baru, dengan kata lain,hanya terdapat sedikit perubahan
langsung dalam banyak harga,atau harga-harga bersifat kaku berubah (sticky).
Kekakuan harga jangka-pendek ini menujukkasn bahwa dampak jangka-pendek dari perubahan jumlah uang berdedar tidaklah
sama sebagaimana dampak jangka panjang.
PERMINTAAN
AGREGAT
Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara
jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat. Kurva permintaan agregat
menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat
harga.
A.
Persamaan
Kuantitas sebagai Permintaan Agregat
di mana M adalah jumlah uang beredar, V adalah perputaran uang, P
adalah tingkat harga, dan Y adalah jumlah output. Jika perputaran uang adalah
konstan, maka persamaan ini menyatakan bahwa jumlah uang beredar menentukan
nilai nominal output, yang pada akhirnya merupakan produk dari tingkat harga
dan jumlah output. Persamaan kuantitas bisa ditulis kembali dalam bentuk
penawaran dan permintaan untuk keseimbangan riil:
di mana k = 1/V adalah parameter yang menentukan berapa banyak uang
yang orang ingin pegang untuk setiap dolar pendapatan. Dalam bentuk ini,
persamaan kuantitas menyatakan bahwa penawaran dan keseimbangan uang riil M/P
sama dengan permintaan (M/P)d dan bahwa
permintaan adalah proporsional terhadap output Y. perputaran uang V adalah
“sisi lain” dari parameter permintaan uang k. Asumsi perputaran uang konstan
sama dengan asumsi bahwa permintaan untuk keseimbangan uang riil untuk tiap
satuan output adalah konstan.
Diasumsikan untuk setiap jumlah uang beredar M dan perputaran
V tetap, persamaan kuantitas
menghasilkan hubungan negative antara tingkat harga P dan output Y.
Meskipun teori kuantitas memberikan dasar yang sangat sederhana
untuk memahami kurva permintaan agregat. Kenyataan sesungguhnya jauh lebih
rumit. Fluktuasi dalam jumlah uang beredar bukanlah satu-satunya fluktuasi
permintaan agregat. Meskipun jumlah uang beredar tetap konstan, kurva
permintaan agregat bergeser jika beberapa peristiwa menyebabkan perubahan
perputaran uang.
B.
Model Penawaran
Agregat dan Permintaan Agregat
Dalam teori makroekonomi klasik, jumlah output bergantung pada
kemampuan perekonomian menawarkan barang dan jasa, yang sebaliknya bergantung
pada suplai modal dan tenaga kerja serta pada ketersediaan teknologi produksi.
Harga fleksibel adalah asumsi penting dari teori klasik. Teori klasik
menyatakan, yang kadang-kadang secara implisit, bahwa harga disesuaikan untuk
menjamin bahwa kuantitas output yang diinginkan sama dengan kuantitas yang
ditawarkan.
Perekonomian bekerja cukup berbeda apabila harga bersifat kaku.
Dalam hal ini, sebagaimana kita lihat, output juga bergantung pada permintaan
terhadap barang dan jasa. Permintaan, sebaliknya, dipengaruhi oleh pandangan
konsumen tentang prospek ekonomi, pandangan perusahaan tentang keuntungan dari
investasi baru serta kebijakan moneter dan fiscal. Karena kebijakan fiskal dan
moneter bisa memengaruhi output perekonomian selama horizon waktu ketika harga
bersifat kaku. Kekakuan harga menyediakan dasar pemikiran mengapa kebijakan ini
berguna dalam menstabilkan perekonomian jangka pendek.
C.
Mengapa Kurva
Permintaan Agregat Miring Ke Bawah
Karena kita telah mengansumsikan bahwa perputaran uang adalah
tetap, maka jumlah uang beredar menentukan nilai dolar dari seluruh transaksi
dalam perekonomian. Jika tingkat harga meningkat, setiap transaksi membutuhkan
lebih banyak dolar, maka jumlah transaksi dan jumlah barang serta jasa yang
dibeli harus turun.
PENAWARAN
AGREGAT (AGGREGATE SUPPLY)
Penawaran arang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan
dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Penawaran agregat juga dikenal seagai
output total, keseluruhan penawaran barang dan jasa yang diproduksi pada
tingkat harga tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Besaran penawaran
agregat dapat ditampilkan dengan kurva penawaran agregat yang menunjukan
hubungan antara tingkat harga dan kuantitas output yang dihasilkan
perusahaan-perusahaan, biasanya hubungan antara penawaran agregat dengan tingkat
harga bersifat positif.
A.
Kurva Penawaran
Agregat
Hubungan antara tingkat harga barang yang berbeda dan jasa akhir
perekonomian di suatu negara dengan kuantitas barang dan jasa yang di hasilkan
perusahaan di negara tersebut. Kurva penawaran Agregat adalah kurva yang
menggambarkan tentang hubungan antara tingkat harga yang berlaku dalam ekonomi
dan nilai produksi riil atau output (pendapatan nasional riil) yang akan
ditawarkan
dan diproduksi oleh semua perusahaan dalam suatu perekonomian.
Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga fleksibel dalm
jangka panjang tetapi harga kaku dalam jangka pendek, hubungan penawaran
agregat yang berbeda, kurva penawaran agregat jangka panjang (lonh-run
aggregate supply) SRAS.
Dua faktor yang menentukan penawaran agregat, yaitu keseimbangan di
pasar tenaga kerja dan fungsi produksi. Keseimbangan di pasar tenaga kerja akan
menentukan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam kegiatan memperoduksi
barang dan jasa. Dan kemampuan dari tenaga kerja ini menghasilkan produksi
nasional tergantung kepada fungsi produksi yang menerangkan hubungan diantara
jumlah tenaga kerja dan faktor-faktor produksi lain untuk mewujudkan produksi
nasional. Bentuk kurvanya memanjang dari kiri ke bawah ke kanan atas jika jangka
waktunya pendek (shot run) dan memanjang dari bawah ke atas secara
vertikal atau nyaris vertikal jika jangka waktunya panjang (long run).
B.
Pergeseran
Kurva Penawaran Agregat jangka pendek
Jika biaya produksi suatu putput meningkat keuntungan atas unit menurun,
dan jumlah output yang ditawarkan pada setiap tingkat harga menurun.
Kesimpulan : Kurva penawaran agregat jangka pendek bergeser ke kiri
ketika biaya produksi meningkat dan ke kanan ketika biaya menurun.
C.
Faktor-Faktor
Yang Mengeser Kurva Penawaran Jangka Pendek
Faktor-faktor yang menyebabkan kurva penawaran jangka pendek
bergeser adalah faktor yang mempengaruhi biaya produksi.
1. Tingkat kekuatan pasar tenaga kerja
2. Perkiraaan inflansi
3. Upaya pekerja untuk mendorong upah riil mereka,dan
4. Perubahan biaya produksi yang tidak berkaitan dengan upah (seperti
biaya energi)
Hal-Hal lain yang dapat mempengaruhi kurva penawaran agregat baik
kurva penawaran agregat jangka pendek maupun jangka panjang
1. Guncangan Penawaran (supply shock)
Guncangan penawaran adalah Peristiwa mendadak yang dapat
berpengaruh terhadap peningkatan dan penurunan jumlah output dalam waktu
sementara.
2. Perubahan Sumber Harga
Berubahnya sumber harga yang dapat mengubah penawaran agregat
jangka pendek.
3. Perubahan Perkiraan Terhadap Inflansi
Jika perusahaan memperkirakan di masa yang akan datang harga barang
akan melambung, maka mereka akan berfikir untuk tidak menjual barang mereka
saat ini.
Selain itu,
variabel lain yang dapat menggeser kurva penawaran agregat yaitu perubahan
jumlah dan kualitas pekerja, inovasi teknologi, peningkatan upah, peningkatan
biaya produksi, perubahan terhadap kebikan pajak dan subsidi, perubahan karena
inflasi. Beberapa dapat meningkatkan penawaran agregat dan sisanya dapat
mengurangi penawaran agregat.
D.
Penawaran Agregat
Jangka Pendek Dan Jangka Panjang
Dalam penawaran
jangka pendek, tingginya permintaan dan harga yang disebabkan oleh permanfaatan
input dalam proses produksi berpengaruh terhadap penawaran agregat. Tingkat
modal dalam penawaran agregat jangka pendek tetap, dan perusahaan tidak sempat
meningkatkanproduktifitasnya misalkan dengan cara membangun pabrik baru ataupun
menggunakan teknologi baru. Namun perusahaan tetap dapat meningkatkan
penawarannya dalam jangka waktu yang pendek ini misalnya dengan cara
mengoptimalkan faktor produksi, memberikan jam tambahan kepada pekerjanya dan
mengoptimalkan produksi yang sudah ada. Kurva penawaran agregat jangka pendek
dapat bergeser karena beberapa faktor, diantaranya adalah :
●Tingkat kekakuan pasar tenaga kerja
●Perkiraan inflansi
●Perubahan biaya produksi yang tidak berkaitan dengan upah pekerja
Sebaliknya dalam penawaran agregat jangka panjang, penawaran
agregat tidak dipengaruhi oleh tingkat harga dan hanya dapat dikendalikan oleh
peningkatan produksi efesien. Peningkatan yang dimaksud meliputi pengkatan
adalah keahlian dan pendidikan para pekerja, perkengan teknologi dan
peningkatan jumlah modal. Menurut pandangan ekonomi tertentu seperti teori
elastisitas pada titik tertentu. Begitu titik ini tercapai, maka penawaran
agregat menjadi tidak peka lagi terhadap perubahan tingkat harga.
KEBIJAKAN
STABILISASI
Fluktualisasi dalam keseluruhan perekonomian berasal
dari perubahan penawaran agregat atau permintaan agregat.guncangan yang
menggeser kurva permintaan agregat disebut guncangan permintaan (demand shock),
dan guncangan yang menggeser kurva penawaran agregat disebut guncangan
penawaran (supply shock), Guncangan ini mengurangi kesejahteraan ekonomi dengan
mendorong output dan kesempatan kerja jauh dari tingkat alamiah.
Tujuan lain dari model tersebut adalah mengevaluasi
bagaimana kebijakan makro ekonomi dapat menanggapi guncangan ini. Para ekonom
menggunakan istilah kebijakan stabilisasi (stabilization policy) untuk mengacu
tindak kebijakan yang bertujuan mengurangi tekanan fluktuasi ekonomi jangka
pendek, kebijakan stabilisasi memperkecil siklus bisnis dengan mempertahankan
output dan kesempatan kerja sedekat mungkin pada tingkat alamiah.
Disini kita mulai menganalisis kebijakan stabilisasi
menggunakan model permintaan agregat dan penawaran agregat dalam bentuk yang
sederhana, khususnya dengan menelah bagaimana kebijakan moneter menanggapi
guncangan. Kebijakan moneter adalah komponen penting dari kebijakan stabilisasi
karena sebagaimana kita lihat jumlah uang beredar memiliki dampak yang sangat
kuat terhadap permintaan agregat.
GUNCANGAN PADA PERMINTAAN AGREGAT
Permintaan agregat yang tinggi mendorong harga dan
upah. Dengan naiknya tingkat harga, kuantitas output yang diminta menurun dan
perekonomian secara bertahap mendekati tingkat produksi alamiah. Tetapi selama
masa transisi ke tingkat harga yang tinggi ,output perekonomian lebih tinggi
daripada tingkat alamiahnya.
GUNJANGAN PADA PENAWARAN AGREGAT
Guncangan pada penawaran agregat, sebagaimana
guncangan dalam permintaan agregat, dapat menyebabkan fluktuasi ekonomi
guncangan penawaran adalah guncangan pada perekonomian yang bisa mengubah biaya
produksi barang dan jasa akibatnya mempengaruhi harga yang dibebankan
perusahaan pada konsumen, karena memiliki dampak yang langsung terhadap tingkat harga.
CONTOH:
1.
Hama
yang menghancurkan pertanian. Penurunan penawaran makanan mendorong harga
makanan naik
2.
Undang-undang
perlindungan lingkungan baru yang menuntut perusahaan emisi
polusinya.perusahaan membebankan tambahan biaya pada pelanggan dalam bentuk
harga yang lebih tinggi.
3.
Kenaikan
agresivitas serikat kerja. Ini mendorong kenaikan upah harga barang-barang yang
diproduksi oleh pekerja serikat pekerja
Seluruh peristiwa ini adalah guncangan penawaran
yang memperburuk (adverse supply shock) yang berarti meningkatkan biaya dan
harga
4.
Organisasi
kertel minyak internasional.dengan membatasi persaingan ,produsen minyak
pertama bisa meningkatkan harga minyak dunia.
Seluruh peristiwa ini adalah guncangan penawaran yang mempeburuk
(advance supply shody). Yang berarti meningkatkan biaya dan harga. guncangan
penawaranyang memperburuk membubarkan kartel minyak internasional,mengurangi
biayadan harga.gambar 9-14 menunjukkan bagaimana guncangan penawaranyang
memperburuk mempengaruhi perekonomian. Kurva penawaran agregat jangka-pendek
bergerakke atas.(guncangan penawaran juga bisa mengurangi tingkat output alami
dan menggeser kurva penawaran agregat jangka-panjang ke kiri.tetapi disini kita
abaikandampak itu.)jika permintaan agregat tetap konstan,perekonomian bergerak
dari titik A ke titik B:tingkat harga naik dari jumlah output turun dari
tingkat alamiah.pengalaman seperti ini di sebut stagflasi.karena
mengkombinasikan stagnasi(penurunan output)dengan inflasi(kenaikan harga)
Opsi kedua,yang di gambarkan dalam gambar 9-15, adalah memperluas
permintaanagregat untuk membawa perekonomian ke arah tingkat alami secara lebih
cepat.jika kenaikan permintaan agregat bersamaandengan guncanganpenawaran
agregat,perekonomian akan bergerak dari titik A ke titik C.dalam hal ini , Fed
di katakan pengakomenasi guncangan.
STUDY
KASUS
BAGAIMANA
OPEC MEMBANTU MENYEBABKAN STAGFLASI PADA TAHUN 1970-an dan Eutora pada tahun
1980-an
Guncangan penawaran yang paling buruk dalam sejarah
modern disebabkan oleh OPEC.yaitu Organisasi Negara-Negara pengekspor minyak.
OPEC adalah sebuah kartel ,yaitu sebuah organisasi negara-negara penghasil
minyak yang di koordinasikan tingkat produsen dan warga.pada awal tahun
1970-an.pengurangan suplai minyak yang di koorinasikan OPEC hampir melipat
gandakan garga minyak dunia.kenaikan harga minyak menyebabkan flegfasi di sebagian
besar negara-negaraindustri.statistik ini menunjukkan apa yang terjadi di
amerika seri.
Kenaikan sebesar 68persen dalam harga minyak pada
tahun 1974 merupakan guncangan penawaran memperburuk.Bisa diduga,guncangan ini
menyebabkan naiknya inflasi dan tingkat penawaran.beberapa tahun kemudian,
Ketika perekonomian dunia hampir pulih dari resesi OPECpertama, hal yang
hampirsama terjadi lagi.OPEC meningkaykan harga minyak. Harga minyak turun,yang
membalikkan kondisi stagflasi pada tahun 1970-an dan pada awal tahun
1980-an.itulah apa yang terjadi.
Comments
Post a Comment