Teori Permintaan Uang

Uang
·         Apakah Uang Itu?
Uang adalah persediaan aset yang dapat dengan segera digunakan untuk melakukan transaksi. Jadi, dolar ditangan masyarakat dan negara sangat mempengaruhi persediaan uang
nasional.
·         Fungsi uang
Uang memiliki tiga tujuan yaitu :
1. Sebagai penyimpan nilai (store of value), uang adalah cara mengubah daya beli dari masa kini ke masa depan.
2. Sebagai unit hitung (unit of account), uang memberikan ukuran dimana harga ditetapkan dan utang dicatat.
3. Sebagai media pertukaran (medium of exchange), uang adalah apa yang kita gunakan untuk membeli barang dan jasa. “Uang ini adalah alat tukar yang sah untuk seluruh transaksi. Publik dan perseorangan” dicetak diatas dolar AS.
·         Jenis-jenis uang
1. Uang atas-unjuk (flat money), uang yang tidak memiliki nilai intrinsik. Flat money ditetapkan sebagai uang menurut dekrit pemerintah, atau atas tunjuk pemerintah.
2. Uang komoditas (commodity money). Contoh uang komoditas yang paling banyak digunakan adalah emas. Emas adalah bentuk uang komoditas karena bisa digunakan untuk berbagai tujuan-perhiasa, penambal gigi, dan lain sebagainya-sebagaimana untuk transaksi.
3. Standar emas (gold standard). Emas adalah bentuk uang komoditas karena bisa digunakan untuk berbagai tujuan perhiasan,penambal gigi, dan lain sebagainya sebagaimana untuk transaksi.


 Teori Kuantitas Uang
Teori kuantitas uang uang (quantity theory of money), berasal dari pemikiran salah satu ahli teori moneter pertama yang juga seorang filsuf dan ekonom. David Hume (1711-1776). Teori tersebut masih dipandang sebagai alat utama untuk menjelaskan bagaimana uang mempengaruhi ekonomi dalam jangka panjang.

·         Transaksi dan Persamaan Kuantitas
Hubungan diantara transaksi dan uang ditunjukkan dalam persamaan berikut, yang disebut persamaan kuantitas (quantity equation) :
Uang x Perputaran = Harga x Transaksi
M x V = P x T
Bahasan untuk ke empat variable diatas dalam persamaan ini.
1. Sisi kanan dari persamaan kuantitas menyatakan transaksi.
2. T menunjukkan total jumah transaksi selama periode waktu tertentu, katakanlah setahun.
3. P adalah harga dari suatu transaksi tertentu-jumlah dolar yang dipertukarkan.
4. PT, sama dengan jumlah dolar yang dipertukarkan dalam setahun.
5. Sisi kiri persamaan kuantitas menyatakan uang yang digunakan untuk melakukan transaksi.
6. M adalah kuantitas uang.
7. V disebut perputaran uang transaksi (transactions velocity of money) dan mengukur tingkat dimana uang bersirkulasi dalam perekonomian. Misalnya, anggaplah 60 roti dijual dalam tahun tertentu seharga $0.50 per buah. Maka jumlah uang total yang dipertukarkan adalah :
PT= $0.50/roti x 60 roti/tahun = $30/tahun

Sisi kanan dari persamaan kuantitas sama dengan $30 per tahun, yang merupakan nilai dolar dari seluruh transaksi.
Anggaplah jumlah uang dalam perekonomian adalah $10. Dengan mengatur kembali persamaan kuantitas, kita bisa menghitung perputaran sebagai
V = PT/M
= ($30/tahun)/($10)
= 3 kali per tahun.

·         Dari Transaksi Menjadi Pendapatan
Transaksi dan output sangat berkaitan, karena semakin banyak perekonomian berproduksi, semakin banyak barangndibeli dan dijual. Jika Y menyatakan jumlah output dan P menyatakan harga satu unit outpu, maka nilai uang dari output adalah PY. Y adalah GDP riil, P adalah deflator GDP, dan PY adalah GDP nominal. Persamaan kuantitas menjadi

Uang x Perputaran = Harga x Output
M x V = P x Y
Karena Y juga merupakan pendapatan total, V dalam persamaan kuantitas versi ini disebut perputaran pendapatan uang (income velocity of money). Perputaran pendapatan uang menyatakan beraoa kali uang masuk ke dalam pendapatan seorang dalam periode waktu tertentu.
·         Fungsi Permintaan Uang dan Persamaan Kuantitas
Ketika kita menganalisis bagaimana uang mempengaruhi perekonomian, seringkali bermanfaat untuk menunjukkan kuantitas uang dalam bentuk jumlah barang dan jasa yamg bisa dibelinya. Jumlah ini, M/P, disebut keseimbangan uang riil (real money balances)
·         Fungsi permntaan uang (money demand function) adalah persamaan yang menunjukkan apa yang menentukan kuantitas keseimbangan uang riil yang ingin ditahan oran.

·         Fungsi permintaan uang sederhana adalah

(M/P) d = kY,
Dimana k adalah konstanta yang menyatakan berapa banyak uang yang ingin ditahan orang untuk setiap dolar pendapatan.
·         Asumsi Perputaran Konstan
Persamaan kuantitas mendifisinikan perputaran V sebagai rasio GDP nominal, PY, terhadap kuantitas uang M. tetapi jika kita membuat asumsi tambahan bahwa perputaran uang adalah konstan, maka persamaan kuantitas menjadi sebuah teori dampak uang yang bermanfaat, yang disebut teori kuantitas uang (quantity they of money).
Setelah kita mengasumsikan bahwa perputaran adalah konstan, persamaan kuantitas bisa dilihat sebagai teori yang menentukan GDP nominal. Persamaan kuantitas menyebutkan,
MV = PY,
Dimana V disini berarti bahwa perputaran adalah tetap. Karena itu, perubahan dalam kuantitas uang (M) harus menyebabkan perubahan yang proporsional dala GDP nominal (PY). Yaitu, jika perputaran adalah tetap, kuantitas uang menentukan nilai dolar dari output perekonomian

Seigniorage : Penerimaan dari Percetakan Uang
Seluruh pemerintahan mengeluarkan uang. Sebagian dari pengeluaran ini adalah untuk membeli barang dan jasa (Seperti jalan raya dan polisi) dan sebagian untuk menyediakan pmbayaran transfer (untuk orang miskn dan kaum lansia)
Pemerintahan mndanai pengeluarannya dalam 3 cara :
1.       Pemerintahan meningkatkan penerimaan lewat pajak
2.       Pemerintahan Bisa meminjam dari masyarakat dan menjual obiligasi pemerintah
3.       Pemerintahan bisa dengan mudah mencetak uang
Istilah ini berasal dari kata Seigneur, sebutan orang prancis pada “Tuan Tanah” . Tuan tanah memiliki hak eksekutif ntuk mencetak uang. Sekarang hak ini dimiliki pemeritah pusat dan merupakan salah satu sumber penerimaan
Ketka harga naik , nilai riil uang didompet anda turun. Ketika uang baru, pemeritah membat uang lama ditangan masyarakat menjadi berkurang nilainya, Jadi inflasi adalah sepeti pajak atas pemegang uang.
Dinegara Negara yang mengalami hiperinflasi, seigniorage seringkali menjadi sumber penerimaan utama tentu saja kebutuhan mencetak uang untuk mendanai pengeluaran adalah penyebab utama hiperinflasi



Inflasi dan Tingkat Bunga
·        Inflasi
Secara umum inflasi diartikan sebagai suatu kecenderungan terjadinya kenaikan
harga-harga umum terus menerus. Dan tingkat inflasi adalah suatu indikator perubahan
kenaikan harga-harga umum. Dari beberapa definisi tersebut ada beberapa aspek-aspek yang
diketahui diantaranya :
1. Adanya kecenderungan meningkatnya tingkat harga-harga umum.
2. Kecenderungan meningkatnya harga-harga terjadi secara terus menerus.
3. Tingkat harga yang cenderung meningkat, bukan hanya satu atau beberapa komoditi.
4. Inflasi tidak harus barang-barang harga naik secara naik dengan presentase sama.

A. Teori Inflasi
Teori yang menjelaskan apa yang menentukan seluruh tingkat harga perekonomian,
teori tersebut memiliki tiga unsur :
a) Faktorfaktor produksi dan fungsi produksi
b) Jumlah uang yang beredar
c) Tingkat harga P adalah rasio dari nilai nominal output PY terhadap tingkat output Y

B. Cara Menghitung Tingkat Inflasi
Untuk mengukur laju kenaikan tingkat harga-harga umum atau tingkat inflasi, dapat
digunakan rumus umum berikut :
Hut – HUt-1
It =
HUt-1

Di mana
It = Tingkat inflasi pada periode (atau tahun) t
HUt = Harga umum aktual pada periode t
HUt-1 = Harga umum aktual pada periode t-1
C. Keuntungan dari inflasi
Argumentasi untuk inflasi yang moderat dimulai dari observasi yang menunjukkan bahwa pemotongan upah nominal jarang sekali terjadi. Perusahan tidak segan sekali memotong gaji karyawan dan karyawan pun enggan menerima pemotongan tersebut. Pemotongan gaji sebesar 2% pada saat inflasi dengan kenaikan gaji yang sama sebesar 3%, dengan tingkat inflasi 5%. Fakta ini menunjukkan bahwa inflasi dapat membuat pasar tenaga kerja yang berjalan lebih baik.
D. Biaya Sosial Inflasi
1. Pandangan orang awam dan tanggapan klasik
Daya beli tenaga kerja upah riil tergantung pada produktivitas marjinal tenaga kerja, bukan pada berapa banyak uang yang dicetak oleh pemerintahan. Jika bank sentral, menurunkan inflasi dengan memperlambat tingkat pertumbuhan uang, para pekerja tidak akan melihat upah riil mereka naik dengan lebih cepat. Biaya inflasi adalah tidak nampak/terlihat. Tentu saja para ekonom tidak sepakat tentang besarnya biaya social
2. Pendapat para ekonom
Sebagaimana kita membahasnya, pendapat masyarakat awam dan para ekonom memiliki pandangan yang sangat berbeda tentang biaya inflasi. Ekonom Robert shiller mendokumentasikan perbedaan opini ini dalam survei terhadap dua kelompok. Hasil survei tersebutsangat mengejutkan, karena menggambarkan bagaimana secara radikal studi ilmu ekonomi mengubah sikap seseorang.

·         TINGKAT BUNGA
Tingkat bunga adalah yang paling penting diantara variabel-variabel makro ekonomi. Esensinya, tingkat bunga adalah harga yang menghubungkan masa kini dan masa depan. Itulah pengertian sedikit tentang tingkat bunga.
A. Dua Tingkat Bunga : Riil dan Nominal
Para ekonom menyebutkan tingkat bunga yang dibayar di bank sebagai tingkat bunga nominal (nominal interest rate) dan kenaikan daya beli anda dengan tingkat bunga riil (riil interest rate). Jika i menyatakan tingkat bunga nominal, r tingkat bunga riil, dan tingkat inflasi, maka hubungan diantara ketiga variabel tersebut bisa ditulis sebagai
r = i -
Tingkat bunga riil adalah perbedaan diantara tingkat bunga nominal dan tingkat bunga inflasi



Tingkat Bunga Nominal dan Permintaan Terhadap Uang

A. Teori kuantitas
Berdasarkan pada fungsi uang sederhana teori kuantitas mengasumsikan bahwa permintaan terhadap keseimbangan uang riil adalah profesional terhadap pendapatan meskipun teori kuantitas adalah titik yang baik ktika menganalisis uang dalam perekonomian

B. Biaya Memegang Uang
Cara lain untuk melihat bahwa biaya memegang uang sama dengan tingkat nominal adalah dengan membandingkan pengambilan riil r2 uang menikmati pengambilan riil karena nilai-nilainya menurun sesuai dengan tingkat inflasi. seperti halnya roti yang diingkan tergantung pada harga roti, jumlah uang yang diingkan bergantung pada harga dari memegang uang jadi, permintaan terhadap permintaan uang riil bergantung pada tingkat pendapatan dan tingkat nominal permintaan uang karena uang adalah aset perekonomian paling likuid (aset yang paling mudah untuk melakukan transaksi) persamaan itu menyatakan bahwa permintaan terhadap likuiditas keseimbangan uang riil adalah fungsi pendapatan dan tingkat nominal.

C. Fungsi Permintaan Terhadap Uang
Ketika kita menganalisis bagaimana uang mempengaruhi perekonomian, seringkali bermanfaat untuk menunjukkan kuantitas uang dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang bisa dibelinya jumlah ini. M/P disebut Keseimbangan Uang Riil (Real Money Balance).
Keseimbangn uang riil mengukur daya uang beli dari persediaan uang. Misalnya perhatikanlah perekonomian yang hanya memproduksi roti. Jika kuantitas uang adalah $10 dan harga roti adalah $0,50. Maka keseimbangan uang riil adalah 20 roti. Yaitu pada harag berlakunya persedian uang dalam perekonomian mampu membeli 20 roti.
Fungsi Permintaan Uang (Money Demand Function) adalah persamaan yang menunjukkan apa yang menentukan kuantitas keseimbangan uang riil yang ingin ditahan orang.
Fungsi permintaan uang sederhana adalah
(M/P)d = KY


Biaya Sosial Inflasi

·      Pandangan Orang Awam dan Tanggapan Klasik
Keluhan terhadap inflasi ini adalah hal yang umum. Daya beli tenaga kerja-upah-rill- tergantung pada produktivitas marjinal tenaga kerja, bukan pada berapa banyak uang yang dicetak pemerintah.
 Jika bank sentral menurunkan inflasi dengan memperlambat tingkat pertumbuhan uang, para pekerja tidak akan melihat upah rill mereka naik dengan lebih cepat.
Padahal, ketika inflasi melambat, perusahaan akan sedikit menaikkan harga produk mereka setiap tahun dan akibatnya akan memberi para pekerja kenaikan upah yang lebih kecil.
Menurut teori uang klasik, perubahan dalam tingkat harga keseluruhan adalah seperti perubahan dalam unit-unit ukuran.
·      Biaya inflasi adalah tidak nampak/terlihat.
Pendapat Para Ekonom dan Masyarakat Tentang Inflasi. Masyarakat dan para ekonom memilki pandangan yang sangat berbeda tentang biaya inflasi.
Ekonom Robert Shiller mendokumentasikan perbedaan opini ini dalam survei terhadap dua kelompok. Hasil survei berikut menggambarkan secara radikal studi ilmu ekonomi mengubah sikap seseorang.
           

 Hiperinfalasi
Hiperinflasi sering didefisinikan sebagai inflasi yang melebihi 50% perbulan,atau lebih
dari 1% perhari. Tingkat inflasi mengarah ke kenaikan besar besaran dalam tingkat harga.
·         Biaya Hiperinflasi
Para ekonom memperdebatkan apakah biaya inflasi yang moderat berjumlah besar atau kecil, tidak seorangpun ragu bahwa hiperinflasi akan menghancurkan masyarakat. Ketika inflasi mencapai titik ekstrim, biaya-biaya ini menjadi lebih jelas karena begitu menyusahkan.
Dengan megalihkan waktu dan energy ini dari aktivitas yang lebih bernilai sosial, seperti keputusan produksi dan investasi, hiperinflasi membuat perekonomian berjalan kurang efisien.
Biaya menu juga menjadi lebih besar dalam kondisi hiperinflasi perusahaan harus sering- sering mengubah harga karena praktek bisnis normal, seperti mencetak dan menyebarkan katalog dengan harga tetap, menjadi tidak mungkin.
 Demikian pula, harga relatif tidak mampu mencerminkan kelangkaan yang sebenarnya selama hiperinflasi. Ketika harga sering berubah dalam jumlah besar sulit bagi pelanggan untuk berbelanja dengan harga terbaik.
Harga-harga yang selalu berubah-ubah dan meningkat dengan cepat bisa mengubah perilaku dengan banyak cara.

·         Sebab-sebab Hiperinfllasi
`Hiperinflasi sering dikaitkan dengan perrtumbuhan jumlah uang yang beredar secara
berlebihan.ketika bank sentral mencetak uang,tingkat harga naik.ketika bank sentral mencetak
uang dengan cukup pesat akibatnya adalah hiperinflasi.
Untuk menghentikan hiperinflasi, bank sentral harus mengurangi tingkat pertumbuhan uang. Begitu hiperinflasi muncul, masalah-masalah fiscal menjdi lebih berat.
Karena ada rentang waktu dalam pengumpulan pajak, penerimaan pajak riil menurun begitu infalimeningkat.
 Jadi, kebutuhan pemerintah untuk mengandalkan seigniorage merupakan upaya penguatan diri. Penciptaan uang yang cepat mendorong hiperinflasi, yang menyebabkan deficit anggaran yang lebih besar, yang kemudian mendorong penciptaan uang yang lebih cepat.

Comments