Teori Ekonomi Klasik
PEREKONOMIAN DALAM JANGKA PANJANG
Ø Produksi
dan Pertumbuhan
Data
Internasional PDB riil setiap penduduk memberikan petunjuk tentang seberapa
jauh perbedaan tingkat mutu dan petumbuhan standar hidup disetiap negara di
dunia. Selanjutnya peran produktifitas yaitu sejumlah barang atau jasa yang
dihasilkan setiap jam oleh seorang pekerja. Faktor yang kita lihat menunjukkan
bahwa standar hidup suatu negara di tentukan oleh produktifitas pekerjaannya.
Dan juga menghubungkan tingkat produktifitas dengan kebijakan ekonomi yang
dipakai oleh suatu negara.
1. Pertumbuhan Ekonomi di Berbagai
Negara
Perbedaan dalam rangka
pertumbuhan peringkat negara berdasarkan pendapatannya selalu berubah setiap
kurun waktu tertentu. Seperti yang telah kita lihat, Singapura adalah sebuah
negara yang peningkatannya lebih tinggi daripada negara lain. Salah satu negara
jatuh peringkatnya adalah negara Inggris. Pada 1950, Inggris merupakan salah
satu negara terkaya di dunia dengan rata-rata pendapatan dua kali lipat dari
Singapura dan Hongkong. Sekarang rata-rata pendapatan di Inggrs berada dibawah
dua negara bekas jajahannya tersebut.
Data tersebut menunjukkan bahwa negara-negara
terkaya tidak menjamin bahwa mereka akan tetap menjadi negara terkaya dan
negara-negara termiskin tidak selalu akan berada pada posisi terkutuk tersebut
selamanya.
Peran produktivitas
Istilah
produktivitas ( produktivity ) merujuk pada banyaknya barang atau jasa yang dapat
dihasilkan oleh seorang pekerja setiap jam kerjanya. Peran kunci produktivitas
dalam menentukan tingkat standart hidup
yang berlaku pada sebuah negara sama halnya seperti pada seorang pelaut. Lihat
kembali bahwa PDB perekonomian suatu negara mengukur dua hal sekaligus, yaitu
total pendapatan yang di peroleh setiap penduduk dalam kegiatan ekonomi dan
tota biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alasan mengapa
mengapa PDB ( Produk Domestik Bruto ) dapat mengukur kedua hal tersebut secara simulat adalah bahwa kegiatan ekonomi
merupakan suatu kesatuan untuh yang harus seimbang atau dengan kata lain
pendapatan perekonomian sama dengan pengeluarannya.
1. Modal Fisik
Modal fisik (Physical
Capital) adalah kelengkapan peralatan dan struktur yang digunakan untuk
memproduksi barang dan jasa. Contohnya adalah ketika seseorang tukang kayu
membuar furniture, mereka menggunakan gergaji, mesin bor, mesin bubut, dll.
2. Modal Manusia
Faktor penentu
produktivitas ke dua adalaj Modal Manusia (
Human Capital), yaitu istilah dalam ekonomi untuk pengetahuan dan
keterampilan yang diperoleh pekerja melalui pendidikan, pelatihan, dan
pengalaman. Modal manusia termasuk kecakapan yang dibentuk mulai kanak-kanak,
sekolah, universitas, dan balai pelatihan kerja untuk orang deasa yang sudah
termasuk angkatan kerja.
3. Sumber Daya Alam
Sumber
daya alam (Natural Resources)
merupakan masukan dalam kegiatan produksi yang disediakan oleh alam, seperti
tanah, sungai, dan kansungan mineral. Sumber daya alam dapat dikelompokkan
dalam dua golongan, yaitu dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
4. Pengusaan Ilmu Pengetahuan
Ilmu
pengetahuan dan teknologi (technological
knowledge) yaitu pemahaman tentang cara-cara terbaik untuk memproduksi
barang dan jasa.
·
Fungsi produktivitas
Untuk memasukkan
kemajuan tekonologi, Fungsi Produksi sekarang ditulis sebagai :
Y = F (K. L x E )
Y = F (K. L x E )
L x E mengukur jumlah pekerja.
Ini
memasukkan jumlah pekerja L dan efisiensi tiap pekerja, E.
Dinyatakan bahwa output total Y
bergantung pada modal K dan pekerja L x E. Esensi modal ini adalah kenaikan E
(efisiensi ) analog dengan kenaikan ( jumlah pekerja ). Dengan kata lain,
seorang pekerja (jika dua kali lebih produktif) dapat dianggap sebagai dua
pekerja. L x E berlipat ganda dan perekonomian diuntungkan dari produksi barang
dan jasa yang meningkat.
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBIJAKAN POLITIK
Sejauh ini kita telah menentukan
bahwa standar hidup masyarakat tergantung pada kemampuannya untuk memproduksi
barang dan jasa dan bahwa produktivitas tergantung pada modal fisik, modal
manusia, sumber daya alam, dan penguasaan iptek. Kita beralih bagaimana
kebijakan peemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan standar hidup.
a.
Pentingnya Tabungan
dan Investasi
Karena modal adalah penghasil faktor
produksi, sebuah kelompok masyarakat dapat mengubah jumlah modal yang
digunakan. Jika kegiatan ekonomi produksi saat ini menghasilkan barang modal
dalam jumlah yang banyak maka pada masa yang akan datang akan terdapat banyak
persediaan modal dan dapat digunakan untuk menghasilkan banyak jenis barang dan
jasa yang lainnya.
Salah
satu dari 10 prinsip ekonomi adalah orang menghadapi masalah tradeoff ( pertukaran kepemimpinan ). Prinsip ini
penting. Khususnya ketika terjadi penimbun modal. Negara yang lebih banyak
memakai bagian PDB-nya untuk investasi, seperti Singapura dan Korea Selatan
cenderung mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi. Negara yang lebih sedikit
menggunakan bagian PDB-nya untuk investasi, seperti Pakistan dan Filiphina, Menunjukkan kecenderungan tingkat pertumbuhan
rendah penelitihan ini lebih lanjut dan komprehentif menunjukkan adanya
hubungan yang menjadi sebab dan variabel mana yang menjadi akibat atau mungkin
tingkat pertumbuhan dan investasi yang tinggi keduanya di sebabkan oleh
variabel ketiga yang selama ini luput dari analisis. Karena pengakumulasian
modal memengaruhi produktivitas.
b.
Penuruna
Perolehan Keuntungan dan Efek Pengejaran
Perolehan Keuntungan (Diminishing return) adalah dengan
seiring bertambahnya persediaan modal, output tambahan yang dihasilkan dari
tambahan unit modal menjadi menurun, dengan kata lain ketika pekerja telah
memiliki banyak modal tambahan unit modal tidak akan meningkatkan produktivitas
mereka. Karena keuntungan menurun, peningkatan dalam rata-rata tabungan
menyebabkan lonjakan pertumbuhan untuk sementara waktu. Seiring dengan
bertambahnya rata-rata tabungan menyebabkan lebih banyak modal terkumpul,
keuntungan dari tambahan modal menjadi semakin kecil seiring berjalannya waktu
dan menyebabkan terlambatnya pertumbuhan.
Efek pengejaran (catch uo effect) merupakan efek yang mempukan negara-negara yang
ada mulanya miskin cenderung tumbuh
lebih cepat daripada negara-negara yang pada mulanya memang kaya.
c.
Investasi asing
Investasi
asing dilakukan dalam berbagai macam bentuk : Mitsubishi dapat membuat pabrik
mobil di Thailand. Sebuah investasi modal yang dimiliki dan dikelola oleh pihak
asing di sebut dengan investasi asing langsung. Bentuk investasi yang dibiayai
oleh pihak asing, tetapi dioprasika oleh pihak domestik disebut dengan
investasi asing portofolio.
Di
satu sisi, ketika pihak luar negeri berinvestasi pada suatu negara, mereka
melakukan hal itu karena mengharapkan akan memperoleh keuntungan dari
investasinya.
Investasi
asing memiliki efek yang tidak sama dalam mengukur tingkat kesejahteraan
ekonomi. Perlu di ingat kembali bahwa produk domesti bruto (PDB ) adalah
pendapatan yang di peroleh suatu negara, baik oleh penduduk tetap maupun
mendatang. Produk Nasional Bruto adalah pendapatan yang di peroleh penduduk
suatu negara, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Meskipun
demikian, investasi asing adalah satu cara sebuah negara untuk dapat
berkembang. Sebuah organisasi yang berusaha untuk menigkatkan aliran modal
kepada negara miskin adalah bank dunia. Bank Dunia bersama dengan organisasi
sejenis, IMF, dibentuk setelah perang dunia dan bertujuan untuk mencapai tujuan
bersama tersebut.
d.
Pendidikan
dengan investasi dalam sumber saya alam
sama pentingnya dengan investasi pada modal fisik
untuk keberhasilan perekonomian jangka panjang suatu negara. Di negara-negara
berkembang, termasuk negara-negara miskin di asia, dimana sumber daya sumber
saya manusia biasanya langka, berbedaan upa pekerja terdidik dengan upa pekerja
tidak terdidik biasanya sangat besar. Jadi, salah satu cara dimana kebijakan
pemerintah dapat meningkatakan standar hidup dengan menyediakan sekolah yang baik
dan mendorong populasi penduduk guna memanfaatkan keberadaan seklah tersebut.
Salah
satu masalah yang di hadapi oleh negara miskin adalah kekosongan otak yaitu
berpindahnya kalangaan pekerja terpelajar ke negara kaya, di mana pekerja ini
dapat menikmati standar hidup yang
lebih tinggi. Jika sumber daya manusia mempunyai
hubungan yang positif maka kekosongan otak membuat negara miskin semakin
tertinggal. Kekosingan otak ini akan menyebabkan kekosongan SDM berkualitas di
negara miskin semakin bertambah.
e.
Hak
milik dan Stabilitas politik
Cara lain yang dapat di
tempuh oleh pembuat kebijakan
dalam membantu perkembangakn pertumbuhan ekonomi
adalah dengan melindungi hak milik dan
menjaga stabilitas politik. Untuk memperoleh hasil, kegiatan ekonomi mengoordinasikan
transaksi yang terjadi antara perusahaan, demikian juga natara perusahaan dan
konsumen. Pasar ekonomi mencapai koordinasi ini melalui harga pasar. Oleh sebab
itu, harga pasar dapat di katakan sebagai alat yang mengatur keseimbangan
antara permintaan dan penawaran.
Salah
satu ancaman dalam Hak Milik adalah ketidak stabilan politik. Ketika revolusi
dan penggulingan kekusaan sering kali terjadi pada suatu negara maka negara
tersebut akan diragukan dapat melindungi hak milik pada kemudian hari. Jadi kesejahteraan
ekonomi juga tergantung pada kestabilan politik.
f.
Perdagangan
bebas
Beberapa
negara miskin terlah mencoba mempercepat
laju Pertubuhan ekonominya dengan menggunaan kebijakan
orientasi ke dalam. Kebijakan ini di arahkan untuk meningkatkan produktivitas standar hidup suatu negara cara menghindari
hubungan dengan dunia luar, pendapat ini mendapat dukungan dari perusahaan
lokal yang mengatakan membutuhkan perlindaungan dari persaingan asing untuk
dapat tumbuh dan berkembang.
Kebanyaakn
ekonom saat ini berpendapat bahwa negara belum berkembang sebaiknya mengunakan
kebijakan orientasi keluar yang mneggabungkan negara tersebut dengan dunia
ekonomi lokal. Akibat yang merugikan yang muncul karena orientasi ke dalam
sangat jelas ketika seseorang memperhatikan hanya bagian kecil dari kegiatan
ekonomi.
Jumlah
perdagangan antara dua negara dengan negara lain tidak hanya ditentukan oleh
kebijakan suatu pemerintah, tetapi juga letak geografis. Negara-negara dengan
letak yang strategis akan mengalami hubungan perdagangan yang baik dibandingkan
dengan negara terpencil
g.
Penelitian
dan perkembangan
Alasan
utama yang menyebabkan standar hidup yang
sangat tinggi dibandingkan dengan seabad yang lalu
adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah harus berperan
pada porsi yang sama delam menyediakan barang umum untuk mengembangkan
pertahanan nasional sehingga tercipta kondisi yang baik untuk melakukan
penelitihan dan pengembangan teknologi baru
Pemerintah
dapat mendorong penelitihan dengan memperlakukan sistem paten. Pasa dasar, hak
paten memberike9l jan penemu hak milik
pada penemunya, mengubah pengetahuan umum menjadi pengetahuan khusus. Dengan
memberikan keuntungan kepada penemu hasil penelitihannya walaupun hanya
sementara sistem paten akan mendorong individu atau perusahaan untuk
meningkatkan penelitihan.
2.5
2.6
Pendapatan Disposibel/Disposible Income (DI)
Pendapatan yang
siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk
dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi
tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini
diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung.
Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat
dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib
pajak, contohnya pajak pendapatan.
Disposible Income adalah Personal Income setelah
dikurangi pajak langsung (misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan
bermotor dan sebagainya). Disposible income merupakan pendapatan yang siap
digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun ditabung.
Rumusan
untuk menghitung DI adalah:
DI = PI -
Pajak Langsung
Tabungan (saving) yang disimpan di
lembaga keuangan resmi (Bank) akan dapat menambah pendapatan nasional karena,
saving ini akan dimanfaatkan untuk investasi, lewat investasi inilah pendapatan
nasional dapat meningkat.
Distribusi pendapatan nasional
pendapatan
nasional dibagi diantara faktor-faktor produksi. Teori ini didasarkam pada
pemikiran klasik
{abad ke 18) bahwa
harga disesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan.
Pemikiran terbaru(abad ke 19) bahwa permintaan atas setiap faktor produksi tergantung
pada produktivitas marjinal faktor produksi tersebut.
Harga
faktor produksi
Distribusi
pendapatan nasional ditentukan oleh harga-harga faktor.
Harga
Faktor Produksi, jumlah yang dibayar ke faktor-faktor produksi (Upah dan sewa)
Laba Perusahaan Kompetitif, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba
adalah penerimaan dikurangi biaya-biaya dari faktor produksi modal dan tenaga
kerja
Laba
= Penerimaan (P.Y)- Biaya Tenaga kerja (WL) – Biaya Modal (RK).
Keputusan yang dihadapi perusahaan kompetitif
Perusahaan
kompetitif relative kecil ukurannya terhadap pasar di mana perdagangan
berlangsung,
sehingga memiliki
pengaruh kecil terhadap harga pasar. Untuk membuat produk, perusahaan itu
memerlukan dua
faktor produksi, modal dan tenaga kerja.
Y =
F (K,L)
Y = jumlah unit
yang diproduksi
K = jumlah mesin
yang digunakan
L = jumlah jam
kerja .
untuk melihat
bagaimana laba bergantung pada faktor-faktor produksi, kita gunakan fungsi
produksi
Y = F(K,L) sebagai
pengganti Y untuk mendapatkan
Laba = PF(K,L) –
WL - RK
Persamaan
ini menunjukkan bahwa laba bergantung pada harga produk p, harga faktor W dan
R, dan
jumlah faktor L
dan K. perusahaan kompetetif menggunakan harga produk dan harga faktor yang
sudah
diutentukan serta
memilih jumlah tenaga kerja dan modal yang memaksimalkan laba.
Permintaan perusahaan terhadap faktor-faktor produksi
Produk marjinal tenaga kerja
adalah jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari
satu unit tenaga
kerja tambahan, dengan mempertahankan jumlah modal tetap.
MPL = F(K,L+1) – F
(K,L)
Dari produk marjinal tenaga kerja ke permintaan tenaga
kerja
Perusahaan akan membandingkan penerimaan
tambahan dari kenaikan produksi yang dihasilkan oleh tenaga kerja tambahan
terhadap biaya tambahan dalam bentuk upah yang lebih banyak. Peningkatan
penerimaan dari suatu unit tenaga kerja tambahan tergantung pada dua variabel,
yaitu: produk marjinal tenaga kerja MPL dan harga output.
∆Laba =
∆penerimaan - ∆biaya
=
(P x MPL ) – W
∆ = menyatakan
perubahan sebuah variabel
Penerimaan tambahan P x MPL melebihi upah W
MPL = W/P
atau
P x MPL = W
produk marjinal dan permintaan modal
perusahaan memutuskan berapa banyak modal yang akan digunakan dengan cara yang
sama seperti memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang
akan dipekerjakan.
MPK= F (K + 1, I ) -
(K, I )
jadi, produk marjinal
modal adalah perbedaan antara jumlah output yang diproduksi dengan K+ 1
unit modal dan
yang diproduksi hanya dengan K unit modal.
pembagian pendapatan nasional
jika
seluruh perusahaan dalam perekonomian adalah kompetetif dan memaksimalkan laba, maka tiap
faktor produksi
dibayar berdasarkan kontribusi marjinalnya pada proses produksi. upah rill yang
dibayar
kepada setiap
pekerja sama dengan MPL dan harga sewa rill yang dibayarb kepada setiap pemilik
modal
sama dengan MPK.
karena itu, upah rill total yang dibayar kepada tenaga kerja adalah MPK x K.
pendapatan yang
tersisa setelah perusahaan membayar faktor-faktor produksi adalah laba ekonomis
dari para pemilik
perusahaan. laba ekonomi rill adalah
Laba ekonomis = Y
- (MPL x L ) - (MPK x K)
karena kita ingin
menghitung distribusi pendapatan nasional kita ubah menjadi
Y = (MPL X L )
+ (MPK X K ) + Laba ekonomis
Berapakah laba
ekonomis? laba ekonomis harus sama dengan nol. yaitu tidak ada yang tersisa
setelah
faktor produksi
dibayar. jika fungsi produksi memiliki skala hasil konstan, maka
F (K,L) = (MPK X
K) + (MPL X L)
Jika
setiap faktor porduksi dibayar pada produk marjinalnya, maka jumlah pembayaran
faktor ini sama dengan output total. dengan kata lain, skala hasil konstan,
maksimasi lba, dan persaingan sama-sama
mengimplakasikan
bahwa laba ekonomis adalah nol..
Pendapatan total
dibagi diantara upah, pengembalian modal,
dan laba ekonomis. sebagian perusahaan
memiliki modal sendiri dan bukan menyewa modal yang mereka gunakan. karena
pemilik dan pemilik
modal adalah orang
yang sama, laba ekonomis dan pengembalian modal seringkali disatukan. jika kita
menyebut definisi
alternatif ini sebagai laba akuntansi , maka
Laba akuntansi =
Laba ekonomis + (MPK x K )
MENENTUKAN PERMINTAAN TERHADAP BARANG DAN JASA
Perekonomian
tertutup memikiki 3 penggunaan untuk barang dan jasa yang dihasilkannya. Tga
komponen GDP ini ditunjukkan dalam identitas pos pendapatan nasional.
1. Konsumsi
/ C = C (Y-T) disebut dengan disposabel income atau pendapatan yang bisa
dibelanjakan. Jika pendapatan yang bisa dibelanjakan naik maka masyarakat akan
memiliki kecendrungan untuk menambah jumlah konsumsi atau
tabungannya.Kecendrungan mengkonsumsi marginal (marginal propensity to consume,
MPC) adalah jumlah perubahan konsumsi ketika pendapatan disposable meningkat,
tetapi peningkatannya akan kurang dari 1 (satu) karena sebagiannya digunakan
untuk menabung. Misal MPC sebesar 0,70 maka peningkatan disposable income akan
meningkatkan 0,70 konsumsi dan 0,30 tabungan atau MPS (marginal propensity to
save)
2. Investasi
(I). Investasi bergantung pada tingkat suku bunga riil (r), tingkat bunga
adalah biaya pinjaman. Fungsi investasi miring kebawah ketika tingkat bunga
naik, semakin sedikit proyek investasi yang menguntungkan.
I = I
(r).
3. Pembelian
Pemerintah Yang termasuk kedalam konsumsi pemerintah adalah belanja barang dan
jasa oleh pemerintah di pasar barang atau jasa yang berdampak terhadap
perekonomian. Jika pemerintah menarik pajak dikurangi transfer maka G = T, dan
pemerintah memiliki anggaran yang berimbang. Jika G melebihi T pemerintah
mengalami defisit anggaran, yang didanai dari menerbitkan surat utang
pemerintah, yaitu dengan dengan meminjam pasar keuangan. Jika G kurang dari T,
pemerintah mengalami surplus anggaran, yang bisa digunakan untuk melunasi
utang-utangnya.
Yang Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran Terhadap
Barang dan Jasa yang menjamin jumlah konsumsi, investasi dan pembelian
pemerintah sama denga jumlah output yang diproduksi adalah tingkat bunga. Ada
dua cara untuk mengetahui perean tingkat bunga dalam perekonomian yaitu kita
dapat mengetahui peran tingkat bunga mempengaruhi penawaran dan permintaan
barang dan jasa, atau kita bisa melihat tingkat bunga mempengaruhi penawaran
dan permintaan terhadap dana pinjaman.
KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
terbentuk pada titik pertemuan
Dalam ilmu ekonomi,
harga
keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang kurva permintaan dan
kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar
merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di
mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika
keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan
lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan
harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan
adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin
menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama
dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan
permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang.
Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran.
Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
A.
Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan
dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga sumber produksi.
3. Tingkat produksi.
4. Ekspektasi/perkiraan.
B.Permintaan
Permintaan adalah
jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada
berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang
mempengaruhi permintaan :
1. Harga barang itu sendiri.
2. Harga barang lain yang berkaitan.
3. Tingkat pendapatan.
5. Ekspektasi/perkiraan.
Perubahan Keseimbangan Pasar
Perubahan
keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau
penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan
akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor
ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk
sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal
1 .
Jika
harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali
ke Po.Titik keseimbangan tetap Eo.
2 .
Kurva
penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan
bergeser dari Eo ke E1.
3 .
Kurva
permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan
bergeser dari Eo ke E1.
Comments
Post a Comment