Teori Ekonomi Klasik


    PEREKONOMIAN DALAM JANGKA PANJANG
Ø Produksi dan Pertumbuhan
Data Internasional PDB riil setiap penduduk memberikan petunjuk tentang seberapa jauh perbedaan tingkat mutu dan petumbuhan standar hidup disetiap negara di dunia. Selanjutnya peran produktifitas yaitu sejumlah barang atau jasa yang dihasilkan setiap jam oleh seorang pekerja. Faktor yang kita lihat menunjukkan bahwa standar hidup suatu negara di tentukan oleh produktifitas pekerjaannya. Dan juga menghubungkan tingkat produktifitas dengan kebijakan ekonomi yang dipakai oleh suatu negara.

1.      Pertumbuhan Ekonomi di Berbagai Negara
Perbedaan dalam rangka pertumbuhan peringkat negara berdasarkan pendapatannya selalu berubah setiap kurun waktu tertentu. Seperti yang telah kita lihat, Singapura adalah sebuah negara yang peningkatannya lebih tinggi daripada negara lain. Salah satu negara jatuh peringkatnya adalah negara Inggris. Pada 1950, Inggris merupakan salah satu negara terkaya di dunia dengan rata-rata pendapatan dua kali lipat dari Singapura dan Hongkong. Sekarang rata-rata pendapatan di Inggrs berada dibawah dua negara bekas jajahannya tersebut.
 Data tersebut menunjukkan bahwa negara-negara terkaya tidak menjamin bahwa mereka akan tetap menjadi negara terkaya dan negara-negara termiskin tidak selalu akan berada pada posisi terkutuk tersebut selamanya.

 Peran produktivitas
            Istilah produktivitas ( produktivity ) merujuk pada banyaknya barang atau jasa yang dapat dihasilkan oleh seorang pekerja setiap jam kerjanya. Peran kunci produktivitas dalam menentukan tingkat standart  hidup yang berlaku pada sebuah negara sama halnya seperti pada seorang pelaut. Lihat kembali bahwa PDB perekonomian suatu negara mengukur dua hal sekaligus, yaitu total pendapatan yang di peroleh setiap penduduk dalam kegiatan ekonomi dan tota biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Alasan mengapa mengapa PDB ( Produk Domestik Bruto ) dapat mengukur kedua hal tersebut  secara simulat adalah bahwa kegiatan ekonomi merupakan suatu kesatuan untuh yang harus seimbang atau dengan kata lain pendapatan perekonomian sama dengan pengeluarannya.


 Berikut Penentu Produktivitas yaitu :

            1. Modal Fisik
Modal fisik (Physical Capital) adalah kelengkapan peralatan dan struktur yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Contohnya adalah ketika seseorang tukang kayu membuar furniture, mereka menggunakan gergaji, mesin bor, mesin bubut, dll.
2.    Modal Manusia
Faktor penentu produktivitas ke dua adalaj Modal Manusia ( Human Capital), yaitu istilah dalam ekonomi untuk pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pekerja melalui pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Modal manusia termasuk kecakapan yang dibentuk mulai kanak-kanak, sekolah, universitas, dan balai pelatihan kerja untuk orang deasa yang sudah termasuk angkatan kerja.
3.    Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (Natural Resources) merupakan masukan dalam kegiatan produksi yang disediakan oleh alam, seperti tanah, sungai, dan kansungan mineral. Sumber daya alam dapat dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui.
4.    Pengusaan Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan dan teknologi (technological knowledge) yaitu pemahaman tentang cara-cara terbaik untuk memproduksi barang dan jasa.

·        Fungsi produktivitas
                        Untuk memasukkan kemajuan tekonologi, Fungsi Produksi sekarang ditulis sebagai : 

                  Y = F (K. L x E )
            L x E mengukur jumlah pekerja.
Ini memasukkan jumlah pekerja L dan efisiensi tiap pekerja, E.
            Dinyatakan bahwa output total Y bergantung pada modal K dan pekerja L x E. Esensi modal ini adalah kenaikan E (efisiensi ) analog dengan kenaikan ( jumlah pekerja ). Dengan kata lain, seorang pekerja (jika dua kali lebih produktif) dapat dianggap sebagai dua pekerja. L x E berlipat ganda dan perekonomian diuntungkan dari produksi barang dan jasa yang meningkat.


 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBIJAKAN POLITIK
            Sejauh ini kita telah menentukan bahwa standar hidup masyarakat tergantung pada kemampuannya untuk memproduksi barang dan jasa dan bahwa produktivitas tergantung pada modal fisik, modal manusia, sumber daya alam, dan penguasaan iptek. Kita beralih bagaimana kebijakan peemerintah untuk meningkatkan produktivitas dan standar hidup.

a.      Pentingnya Tabungan dan Investasi
            Karena modal adalah penghasil faktor produksi, sebuah kelompok masyarakat dapat mengubah jumlah modal yang digunakan. Jika kegiatan ekonomi produksi saat ini menghasilkan barang modal dalam jumlah yang banyak maka pada masa yang akan datang akan terdapat banyak persediaan modal dan dapat digunakan untuk menghasilkan banyak jenis barang dan jasa yang lainnya.
                                    Salah satu dari 10 prinsip ekonomi adalah orang menghadapi masalah tradeoff  ( pertukaran kepemimpinan ). Prinsip ini penting. Khususnya ketika terjadi penimbun modal. Negara yang lebih banyak memakai bagian PDB-nya untuk investasi, seperti Singapura dan Korea Selatan cenderung mengalami tingkat pertumbuhan yang tinggi. Negara yang lebih sedikit menggunakan bagian PDB-nya untuk investasi, seperti Pakistan dan Filiphina,  Menunjukkan kecenderungan tingkat pertumbuhan rendah penelitihan ini lebih lanjut dan komprehentif menunjukkan adanya hubungan yang menjadi sebab dan variabel mana yang menjadi akibat atau mungkin tingkat pertumbuhan dan investasi yang tinggi keduanya di sebabkan oleh variabel ketiga yang selama ini luput dari analisis. Karena pengakumulasian modal memengaruhi produktivitas.
b.      Penuruna Perolehan Keuntungan dan Efek Pengejaran
                        Perolehan Keuntungan (Diminishing return) adalah dengan seiring bertambahnya persediaan modal, output tambahan yang dihasilkan dari tambahan unit modal menjadi menurun, dengan kata lain ketika pekerja telah memiliki banyak modal tambahan unit modal tidak akan meningkatkan produktivitas mereka. Karena keuntungan menurun, peningkatan dalam rata-rata tabungan menyebabkan lonjakan pertumbuhan untuk sementara waktu. Seiring dengan bertambahnya rata-rata tabungan menyebabkan lebih banyak modal terkumpul, keuntungan dari tambahan modal menjadi semakin kecil seiring berjalannya waktu dan  menyebabkan terlambatnya pertumbuhan.
                        Efek pengejaran (catch uo effect) merupakan efek yang mempukan negara-negara yang ada mulanya miskin  cenderung tumbuh lebih cepat daripada negara-negara yang pada mulanya memang kaya.


   c. Investasi asing
            Investasi asing dilakukan dalam berbagai macam bentuk : Mitsubishi dapat membuat pabrik mobil di Thailand. Sebuah investasi modal yang dimiliki dan dikelola oleh pihak asing di sebut dengan investasi asing langsung. Bentuk investasi yang dibiayai oleh pihak asing, tetapi dioprasika oleh pihak domestik disebut dengan investasi asing portofolio.                                         
            Di satu sisi, ketika pihak luar negeri berinvestasi pada suatu negara, mereka melakukan hal itu karena mengharapkan akan memperoleh keuntungan dari investasinya.
            Investasi asing memiliki efek yang tidak sama dalam mengukur tingkat kesejahteraan ekonomi. Perlu di ingat kembali bahwa produk domesti bruto (PDB ) adalah pendapatan yang di peroleh suatu negara, baik oleh penduduk tetap maupun mendatang. Produk Nasional Bruto adalah pendapatan yang di peroleh penduduk suatu negara, baik dalam negeri maupun luar negeri.
            Meskipun demikian, investasi asing adalah satu cara sebuah negara untuk dapat berkembang. Sebuah organisasi yang berusaha untuk menigkatkan aliran modal kepada negara miskin adalah bank dunia. Bank Dunia bersama dengan organisasi sejenis, IMF, dibentuk setelah perang dunia dan bertujuan untuk mencapai tujuan bersama tersebut.
d.   Pendidikan dengan investasi dalam sumber saya alam
sama pentingnya dengan investasi pada modal fisik untuk keberhasilan perekonomian jangka panjang suatu negara. Di negara-negara berkembang, termasuk negara-negara miskin di asia, dimana sumber daya sumber saya manusia biasanya langka, berbedaan upa pekerja terdidik dengan upa pekerja tidak terdidik biasanya sangat besar. Jadi, salah satu cara dimana kebijakan pemerintah dapat meningkatakan standar hidup dengan menyediakan sekolah yang baik dan mendorong populasi penduduk guna memanfaatkan keberadaan seklah tersebut.
            Salah satu masalah yang di hadapi oleh negara miskin adalah kekosongan otak yaitu berpindahnya kalangaan pekerja terpelajar ke negara kaya, di mana pekerja ini dapat menikmati standar hidup yang
lebih tinggi. Jika sumber daya manusia mempunyai hubungan yang positif maka kekosongan otak membuat negara miskin semakin tertinggal. Kekosingan otak ini akan menyebabkan kekosongan SDM berkualitas di negara miskin semakin bertambah.
e.       Hak milik dan Stabilitas politik
Cara lain yang dapat di tempuh oleh pembuat kebijakan
dalam membantu perkembangakn pertumbuhan ekonomi adalah dengan melindungi hak milik dan          menjaga stabilitas politik. Untuk memperoleh hasil, kegiatan ekonomi mengoordinasikan transaksi yang terjadi antara perusahaan, demikian juga natara perusahaan dan konsumen. Pasar ekonomi mencapai koordinasi ini melalui harga pasar. Oleh sebab itu, harga pasar dapat di katakan sebagai alat yang mengatur keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
            Salah satu ancaman dalam Hak Milik adalah ketidak stabilan politik. Ketika revolusi dan penggulingan kekusaan sering kali terjadi pada suatu negara maka negara tersebut akan diragukan dapat melindungi hak milik pada kemudian hari. Jadi kesejahteraan ekonomi juga tergantung pada kestabilan politik.
f.        Perdagangan bebas
Beberapa negara miskin terlah mencoba mempercepat
laju Pertubuhan ekonominya dengan menggunaan kebijakan orientasi ke dalam. Kebijakan ini di arahkan untuk meningkatkan produktivitas  standar hidup suatu negara cara menghindari hubungan dengan dunia luar, pendapat ini mendapat dukungan dari perusahaan lokal yang mengatakan membutuhkan perlindaungan dari persaingan asing untuk dapat tumbuh dan berkembang.
            Kebanyaakn ekonom saat ini berpendapat bahwa negara belum berkembang sebaiknya mengunakan kebijakan orientasi keluar yang mneggabungkan negara tersebut dengan dunia ekonomi lokal. Akibat yang merugikan yang muncul karena orientasi ke dalam sangat jelas ketika seseorang memperhatikan hanya bagian kecil dari kegiatan ekonomi.
            Jumlah perdagangan antara dua negara dengan negara lain tidak hanya ditentukan oleh kebijakan suatu pemerintah, tetapi juga letak geografis. Negara-negara dengan letak yang strategis akan mengalami hubungan perdagangan yang baik dibandingkan dengan negara terpencil
g.      Penelitian dan perkembangan
Alasan utama yang menyebabkan standar hidup yang
sangat tinggi dibandingkan dengan seabad yang lalu adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah harus berperan pada porsi yang sama delam menyediakan barang umum untuk mengembangkan pertahanan nasional sehingga tercipta kondisi yang baik untuk melakukan penelitihan dan pengembangan teknologi baru
            Pemerintah dapat mendorong penelitihan dengan memperlakukan sistem paten. Pasa dasar, hak paten memberike9l  jan penemu hak milik pada penemunya, mengubah pengetahuan umum menjadi pengetahuan khusus. Dengan memberikan keuntungan kepada penemu hasil penelitihannya walaupun hanya sementara sistem paten akan mendorong individu atau perusahaan untuk meningkatkan penelitihan.

2.5              
2.6              Pendapatan Disposibel/Disposible Income (DI)
Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Disposible Income adalah Personal Income setelah dikurangi pajak langsung (misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya). Disposible income merupakan pendapatan yang siap digunakan, baik untuk keperluan konsumsi maupun ditabung.

Rumusan untuk menghitung DI adalah:





DI = PI - Pajak Langsung

Tabungan (saving) yang disimpan di lembaga keuangan resmi (Bank) akan dapat menambah pendapatan nasional karena, saving ini akan dimanfaatkan untuk investasi, lewat investasi inilah pendapatan nasional dapat meningkat.

Distribusi pendapatan nasional
pendapatan nasional dibagi diantara faktor-faktor produksi. Teori ini didasarkam pada pemikiran klasik

{abad ke 18) bahwa harga disesuaikan  untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Pemikiran terbaru(abad ke 19) bahwa permintaan atas setiap faktor produksi tergantung pada produktivitas marjinal faktor produksi tersebut.

Harga faktor produksi  
Distribusi pendapatan nasional ditentukan oleh harga-harga faktor.  
Harga Faktor Produksi, jumlah yang dibayar ke faktor-faktor produksi (Upah dan sewa) Laba Perusahaan Kompetitif, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba adalah penerimaan dikurangi biaya-biaya dari faktor produksi modal dan tenaga kerja
Laba = Penerimaan (P.Y)- Biaya Tenaga kerja (WL) – Biaya Modal (RK).

Keputusan yang dihadapi perusahaan kompetitif
Perusahaan kompetitif relative kecil ukurannya terhadap pasar di mana perdagangan berlangsung,
sehingga memiliki pengaruh kecil terhadap harga pasar. Untuk membuat produk, perusahaan itu
memerlukan dua faktor produksi, modal dan tenaga kerja.

Y  =   F   (K,L)

Y = jumlah unit yang diproduksi
K = jumlah mesin yang digunakan
L = jumlah jam kerja .
untuk melihat bagaimana laba bergantung pada faktor-faktor produksi, kita gunakan fungsi produksi  
Y = F(K,L) sebagai pengganti Y untuk mendapatkan

Laba = PF(K,L) – WL  - RK
                                                           
Persamaan ini menunjukkan bahwa laba bergantung pada harga produk p, harga faktor W dan R, dan
jumlah faktor L dan K. perusahaan kompetetif menggunakan harga produk dan harga faktor yang sudah
diutentukan serta memilih jumlah tenaga kerja dan modal yang memaksimalkan laba.

Permintaan perusahaan terhadap faktor-faktor produksi
            Produk marjinal tenaga kerja  adalah jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari
satu unit tenaga kerja tambahan, dengan mempertahankan jumlah modal tetap.

MPL = F(K,L+1) – F (K,L)

Dari produk marjinal tenaga kerja ke permintaan tenaga kerja
Perusahaan akan membandingkan penerimaan tambahan dari kenaikan produksi yang dihasilkan oleh tenaga kerja tambahan terhadap biaya tambahan dalam bentuk upah yang lebih banyak. Peningkatan penerimaan dari suatu unit tenaga kerja tambahan tergantung pada dua variabel, yaitu: produk marjinal tenaga kerja MPL dan harga output.
∆Laba = ∆penerimaan - ∆biaya
           = (P x MPL ) – W
∆ = menyatakan perubahan sebuah variabel
Penerimaan tambahan P x MPL melebihi upah W
MPL = W/P
atau
P x MPL = W
                                
produk marjinal dan permintaan modal perusahaan memutuskan berapa banyak modal yang akan digunakan dengan cara yang sama seperti memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang
akan dipekerjakan.

                          MPK= F (K + 1, I ) -  (K, I )
jadi, produk marjinal modal adalah perbedaan antara jumlah output yang diproduksi dengan K+ 1
unit modal dan yang diproduksi hanya dengan K unit modal.


pembagian pendapatan nasional
jika seluruh perusahaan dalam perekonomian adalah kompetetif  dan memaksimalkan laba, maka tiap
faktor produksi dibayar berdasarkan kontribusi marjinalnya pada proses produksi. upah rill yang dibayar
kepada setiap pekerja sama dengan MPL dan harga sewa rill yang dibayarb kepada setiap pemilik modal
sama dengan MPK. karena itu, upah rill total yang dibayar kepada tenaga kerja adalah MPK x K.
pendapatan yang tersisa setelah perusahaan membayar faktor-faktor produksi adalah laba ekonomis
dari para pemilik perusahaan. laba ekonomi rill adalah

Laba ekonomis = Y - (MPL x L ) - (MPK x K)

karena kita ingin menghitung distribusi pendapatan nasional kita ubah menjadi

Y = (MPL X L )  + (MPK X K ) + Laba ekonomis

Berapakah laba ekonomis? laba ekonomis harus sama dengan nol. yaitu tidak ada yang tersisa setelah
faktor produksi dibayar. jika fungsi produksi memiliki skala hasil konstan, maka
F (K,L) = (MPK X K) + (MPL X L)
Jika setiap faktor porduksi dibayar pada produk marjinalnya, maka jumlah pembayaran faktor ini sama dengan output total. dengan kata lain, skala hasil konstan, maksimasi lba, dan persaingan sama-sama
mengimplakasikan bahwa laba ekonomis adalah nol..

Pendapatan total dibagi diantara upah, pengembalian modal,
 dan laba ekonomis. sebagian perusahaan memiliki modal sendiri dan bukan menyewa modal yang mereka gunakan. karena pemilik dan pemilik
modal adalah orang yang sama, laba ekonomis dan pengembalian modal seringkali disatukan. jika kita
menyebut definisi alternatif ini sebagai laba akuntansi , maka

Laba akuntansi = Laba ekonomis + (MPK x K )



    MENENTUKAN PERMINTAAN TERHADAP BARANG DAN JASA

Perekonomian tertutup memikiki 3 penggunaan untuk barang dan jasa yang dihasilkannya. Tga komponen GDP ini ditunjukkan dalam identitas pos pendapatan nasional.
1.      Konsumsi / C = C (Y-T) disebut dengan disposabel income atau pendapatan yang bisa dibelanjakan. Jika pendapatan yang bisa dibelanjakan naik maka masyarakat akan memiliki kecendrungan untuk menambah jumlah konsumsi atau tabungannya.Kecendrungan mengkonsumsi marginal (marginal propensity to consume, MPC) adalah jumlah perubahan konsumsi ketika pendapatan disposable meningkat, tetapi peningkatannya akan kurang dari 1 (satu) karena sebagiannya digunakan untuk menabung. Misal MPC sebesar 0,70 maka peningkatan disposable income akan meningkatkan 0,70 konsumsi dan 0,30 tabungan atau MPS (marginal propensity to save)
2.      Investasi (I). Investasi bergantung pada tingkat suku bunga riil (r), tingkat bunga adalah biaya pinjaman. Fungsi investasi miring kebawah ketika tingkat bunga naik, semakin sedikit proyek investasi yang menguntungkan.
 I = I (r).
3.      Pembelian Pemerintah Yang termasuk kedalam konsumsi pemerintah adalah belanja barang dan jasa oleh pemerintah di pasar barang atau jasa yang berdampak terhadap perekonomian. Jika pemerintah menarik pajak dikurangi transfer maka G = T, dan pemerintah memiliki anggaran yang berimbang. Jika G melebihi T pemerintah mengalami defisit anggaran, yang didanai dari menerbitkan surat utang pemerintah, yaitu dengan dengan meminjam pasar keuangan. Jika G kurang dari T, pemerintah mengalami surplus anggaran, yang bisa digunakan untuk melunasi utang-utangnya.

Yang Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran Terhadap Barang dan Jasa yang menjamin jumlah konsumsi, investasi dan pembelian pemerintah sama denga jumlah output yang diproduksi adalah tingkat bunga. Ada dua cara untuk mengetahui perean tingkat bunga dalam perekonomian yaitu kita dapat mengetahui peran tingkat bunga mempengaruhi penawaran dan permintaan barang dan jasa, atau kita bisa melihat tingkat bunga mempengaruhi penawaran dan permintaan terhadap dana pinjaman.






KESEIMBANGAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
terbentuk pada titik pertemuan Dalam ilmu ekonomi,
harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
     A.    Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
1.      Harga barang itu sendiri.
2.      Harga sumber produksi.
3.      Tingkat produksi.
4.      Ekspektasi/perkiraan.

B.Permintaan
     Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
1.      Harga barang itu sendiri.
2.      Harga barang lain yang berkaitan.
3.      Tingkat pendapatan.
4.      Selera konsumen.
5.      Ekspektasi/perkiraan.
Perubahan Keseimbangan Pasar
Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal
1 .      Jika harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali ke Po.Titik keseimbangan tetap Eo.
2 .      Kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.
3 .      Kurva permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.

Comments